Whenever
I go travelling, I count everything I do as my first time experience.
Dulu
gue ga pernah bikin list mau melakukan hal - hal baru apa aja setiap tahun.
Sejak gue liat acara TV yang meliput taman bunga Keukenhof di Belanda, gue
mulai ngebayangin betapa asyiknya kalo tiap tahun bisa pergi ke tempat yang
unik dan menarik.
Mulailah gue search tempat – tempat di dalam dan luar negri dan bikin listnya sambil berdoa supaya bisa gue kunjungin semuanya. Beberapa listnya seperti lihat pertunjukan lompat batu di Nias, lihat perayaan Waisak di Candi Borobudur, kayaking di Lombok, pergi ke Festival Jailolo, liat Glow Worm di Waitomo New Zealand, sewa Fig Tree Camp buat safari di Kenya, camping di Igloo Village Finlandia buat liat fenomena alam Aurora Borealis, sampe sesederhana memegang salju!
Petualangan gue dimulai pas bulan Februari 2012 lalu, ketika gue and sissy berkesempatan buat jalan jalan ke Turki. Awal tahun di Turki kenanya masih musim dingin artinya inilah saatnya untuk pegang salju seperti yang selama ini selalu diimpi-impikan oleh semua orang tropis. Keluar dari Ataturk Airport, udaranya dingiiin banget dan masih ada bekas salju di pinggir jalan. Pas kita ngomong, wow ada asepnya! Sepanjang perjalanan di bus, pemandangan kota masih diselimuti salju. Kita foto-foto terus padahal kaca busnya berembun, busnya juga lagi jalan, dan pemandangannya biasa aja sebenernya, cuma ada pohon pohon kering! Yang bikin keren, ya karena ketutupan salju aja. Haha!
Mulailah gue search tempat – tempat di dalam dan luar negri dan bikin listnya sambil berdoa supaya bisa gue kunjungin semuanya. Beberapa listnya seperti lihat pertunjukan lompat batu di Nias, lihat perayaan Waisak di Candi Borobudur, kayaking di Lombok, pergi ke Festival Jailolo, liat Glow Worm di Waitomo New Zealand, sewa Fig Tree Camp buat safari di Kenya, camping di Igloo Village Finlandia buat liat fenomena alam Aurora Borealis, sampe sesederhana memegang salju!
Petualangan gue dimulai pas bulan Februari 2012 lalu, ketika gue and sissy berkesempatan buat jalan jalan ke Turki. Awal tahun di Turki kenanya masih musim dingin artinya inilah saatnya untuk pegang salju seperti yang selama ini selalu diimpi-impikan oleh semua orang tropis. Keluar dari Ataturk Airport, udaranya dingiiin banget dan masih ada bekas salju di pinggir jalan. Pas kita ngomong, wow ada asepnya! Sepanjang perjalanan di bus, pemandangan kota masih diselimuti salju. Kita foto-foto terus padahal kaca busnya berembun, busnya juga lagi jalan, dan pemandangannya biasa aja sebenernya, cuma ada pohon pohon kering! Yang bikin keren, ya karena ketutupan salju aja. Haha!
Di
perjalanan menuju ke Cappadocia, kita harus ngelewatin perbukitan dan lembah
bersalju. Tiba-tiba bus gue berhenti gara-gara ada bus lain di depan yang kepleset
karena jalanan terlalu licin. Sementara berhenti selama 1 jam, kita dibolehin
turun dari bus. Di sekitar jalanan itu ga ada toko apapun, yang ada cuma rumah
penduduk dan selebihnya aspal bersalju. Mulailah kita raba raba salju yang uda
cukup keras, kita bulet buletin, eh jadi bola salju kaya di film-film! Pas lagi
asik foto-foto + main lempar - lemparan bola salju sama yang lain, tiba-tiba
berhentilah sebuah bus lain di belakang bus kita. Wah, bus turis jepang tuh! Satu
pun dari mereka gak ada yang turun dari bus buat main salju! Ya iyalah, di
Jepang banyak salju kale! Kita liat mereka dari luar, mereka liat kita dari
dalem. Kita bertatap-tatapan. Muka para turis jepang menyiratkan tanda tanya “Ngapain elo pada
maen salju kotor begitu? Dasar orang kampung!” HAH!
![]() |
| Turis Indonesia vs Turis Jepang |
Pas
sampe di Cappadocia, sampelah juga kita di highlight dari perjalanan ini, yaitu
naik Hot Air Balloon! Hal yang selama ini cuma bisa gue liat di film kartun
atau di Sentul pas ada festival balon udara. Dengan membayar $220 per orang,
kita naik ke dalam keranjang piknik yang muat sekitar 20 orang. Selama 1 jam
kita dibawa keliling di atas bebatuan berbentuk unik. Kalo ada yang nonton film
Ghost Rider 2, pas adegan Nicholas Cage ngerumpi di cave-cave berbatu, nah kaya
gitu pemandangan yang gue liat dari atas. Yang membuat pengalaman gue jadi
“seru” adalah udah udaranya dingin banget sekitar 4-5 derajat celcius,
keranjangnya sempit, eh masih ada aja loh yang geser sana geser sini mau foto
foto terus. Ada
juga nenek nenek yang berdiri di sebelah gue terus ngomong sendiri “Lihat! Itu ada jejak kaki di atas salju! Pasti ada
orang yang tinggal di sana!” Karena dia ngomong sama angin, gue dengan sopan
menanggapi, “Gak ada nek, di sana ga ada yang tinggal. Itu orang yang ngurusin
tempatnya.” Wong jelas jelas orang yang dimaksud itu pake seragam karyawan +
bawa pembersih salju kok! Terus dia kekeuh “Tidak, pasti di sana masih ada yang
tinggal! Lihat dia tinggal di dalam gua di bebatuan itu.” Sudahlah, biarkan
saja si nenek berbicara dengan angin. (Oh ya, ternyata si nenek adalah ibu dari
orang yang geser sana geser sini buat foto-foto terus. Double fun!)
| Goa yang disinyalir si nenek masih berpenghuni |
Masih
di Turki, gue mengunjungi Pamukkale atau yang biasa disebut Cotton Castle.
Pamukkale adalah sumber mata air panas dengan bentuk berundak – undak macam
terasering di persawahan Ubud. Boro – boro mo berendam! Airnya cetek dan duinginnn! Angin
yang bertiup juga duingin! Mungkin ini limited edition karena lagi
winter. Ada sih yang bisa buat berendam, tapi letaknya lebih ke bawah lagi dan
kalo mau jalan ke sana, batuan kapur warna putih (cotton) yang berfungsi jadi
“aspal” itu duingin banget! Sampe sampe pas diinjek, kaki jadi perih kaya abis
nginjek biang es! Brrr! Numpang cuci kaki aja lah kalo begeto.
To-do
lists gue yang saat ini juga udah tercapai adalah main kayak. Gue memimpikan
pengalaman pertama gue kayaking adalah di Lombok karena airnya jernih dan
pemandangannya indah. Tapi, Tuhan berkata lain. Ternyata gue ga kayaking di
sana, tapi malah dikirim buat kayaking di Maldives yang airnya crystal clear,
langitnya bersih, dan pasir pantainya putih! Pas gue baca di website, ditulis
kalo hotel punya fasilitas kayaking berbayar ($10 untuk 15 menit). Pas gue
sampe di sana dan tanya-tanya, eh ternyata GRATIS dan bisa dipake sepuasnya
buat keliling pulau seharian. Yihaaa! Akhirnya gue and sissy pilih yang 1 kayak
buat ber-2 supaya lebih aman. Sebelum kita naik, kita diwanti-wanti sama
abangnya “Don’t go too far from the beach line, there are strong currents right
there.” Oke bos!
10 menit pertama, kita haha-hihi kesenengan, matahari terik jam 2 siang juga ga kita peduliin. Lama – lama lengan mulai pegel, keringet mulai bercucuran. PANAS! Ngga lama kemudian, angin bertiup lumayan kenceng. ADEM! Eh lho lho lho, kok kayaknya juga mulai ketiup angin. Gue sama sissy heboh “dayung kanan woi, kanan kanan kanan!” Susah payah akhirnya deket sama beach line lagi. Pas setengah jalan, angin bertiup lagi, kali ini ombak juga ikut-ikutan bergerak ngebawa kayak kita jauh dari garis pantai, dan gawatnya lengan udah mulai kram! Mana di sekitar pulau sepi, ngga ada orang yang lagi main di pantai! Mamam! Gue sama sissy mulai panik, ngebayangin kalo kita makin jauh dari garis pantai, terus kebawa arus, pasti langsung ada sekuel film Life of Pi 2. “Kanan woi kanan kanan! Buruan kanan kanan!” Dengan susah payah kita dayung ke arah kanan supaya kayaknya ke kiri. FINALLY! Leganya gak jadi santapan makhluk Samudera Hindia. Tapi, yang bikin ngga enak adalah tiba tiba kita liat pemandangan yang aneh. Ada bapak bapak dan anaknya lagi berenang jauuuuhhh banget dari posisi kita tadi dan juga jauuuuhh dari garis pantai. Tinggi airnya? Cuma sedada bapaknya! KRIK.
10 menit pertama, kita haha-hihi kesenengan, matahari terik jam 2 siang juga ga kita peduliin. Lama – lama lengan mulai pegel, keringet mulai bercucuran. PANAS! Ngga lama kemudian, angin bertiup lumayan kenceng. ADEM! Eh lho lho lho, kok kayaknya juga mulai ketiup angin. Gue sama sissy heboh “dayung kanan woi, kanan kanan kanan!” Susah payah akhirnya deket sama beach line lagi. Pas setengah jalan, angin bertiup lagi, kali ini ombak juga ikut-ikutan bergerak ngebawa kayak kita jauh dari garis pantai, dan gawatnya lengan udah mulai kram! Mana di sekitar pulau sepi, ngga ada orang yang lagi main di pantai! Mamam! Gue sama sissy mulai panik, ngebayangin kalo kita makin jauh dari garis pantai, terus kebawa arus, pasti langsung ada sekuel film Life of Pi 2. “Kanan woi kanan kanan! Buruan kanan kanan!” Dengan susah payah kita dayung ke arah kanan supaya kayaknya ke kiri. FINALLY! Leganya gak jadi santapan makhluk Samudera Hindia. Tapi, yang bikin ngga enak adalah tiba tiba kita liat pemandangan yang aneh. Ada bapak bapak dan anaknya lagi berenang jauuuuhhh banget dari posisi kita tadi dan juga jauuuuhh dari garis pantai. Tinggi airnya? Cuma sedada bapaknya! KRIK.
| Single kayak, pinjem buat properti foto |
Now, it's your time to be the first-timers!
See
you then in my other first time experience! ;D
“It is the
LORD’s blessing that makes you wealthy. Hard work can make you no richer.” –
Proverbs 10:22

No comments:
Post a Comment