Pertama kali gue pergi ngebolang sendiri ke luar
negri tanpa pengawasan orang tua adalah pergi ke Singapura. Waktu itu gue,
sissy, and miss T yang nginep di daerah Bencoolen mo ngiterin jalanan terbeken
di Singapur, apalagi kalo bukan Orchard Road. Kalo di peta sih gampang banget
tinggal lurus belok kanan kiri dikit langsung nyampe. Langsunglah kita cabut ke
sana. Udah jalan sesuai peta, belok sana sini kok ga nyampe nyampe ya. Akhirnya
gue mutusin tanya orang aja dah. Gue cap cip cup pilih eksmud yang mukanya seger kaya news
anchor Michael Tjandra, terus gue samperin.
“Excuse me, Sir! Where is Orchard (orcart) Road?”
“Sorry?” oh, mungkin dia ga kedengeran tadi. Gue
ulang lagi.
“Where is Orchard (orcart) Road?”
“Pardon?” ealah ganteng ganteng budeg.
“Orchard (orcart) Road. Do you know where it is?”
*diem sejenak* “I’m sorry, what road?”
“ORCHARD (ORCART) ROAD.” helou gue aja yang orang
indo tau!
……… diam tak ada balasan.
“ooooo, you mean Orchard (Owrchert) Road? You can
go straight bla bla bla”
O k e h. apa yang dia bilang langsung kaga masuk
ke otak gue. Rasanya gue mau beli tanah petak 1 x 2 meter buat mengubur diri
gue sendiri dalam tanah.
Kejadian kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya
gue alami di Bangkok + Pattaya, waktu pergi ber-6 sama sissy, temen gue Miss
T-C-M (kaya nama klinik) + temen gue satu lagi (sebut saja) si empok.
Kelar jalan jalan di Grand Palace, kita jalan
kaki mo cari taxi buat pergi ke daerah Pratunam. Tiap kita nyetop taxi dan
bilang “Pratunam, Sir?” mereka pasti geleng geleng ga mau ngangkut kita. Kenapa
seh? Okeh, sekarang kita ganti strategi. Tiap nyetop taxi kita bilang mo ke
“Ratchatewi” daerah hotel kita berada yang ga gitu jauh dari Pratunam. Taxi
pertama yang gue tanya “Ratchatewi (ratcatewi), Sir?” dia tanya balik “what?” gue
ulang lagi, dia jadi bingung terus dia no no no. Taxi kedua, pas gue tanya
“Ratchatewi?” terus dia jawab “what?” Gue ulang lagi, dia malah kaga
berekspresi dan bilang no no no. Gue coba taxi ketiga, gue tanya “Ratchatewi,
Sir?” dia jawab “What?” eh terus dia selonong boy, maen pergi aja.
Wadoo, bikin frustasi!
Pas kita lagi planga plongo, tiba tiba ada ibu ibu yang bisa sedikit bahasa
inggris tanya “Where do you wanna
go?” Wah, asik ada yang bantuin! Kita jawab “Ratchatewi”. “What?” dia tanya.
“Ratchatewi. RAT-CHA-TE-WI.” Eh dia bingung! Terus gue bilang “Ratchatewi, near
Siam, near Pratunam, near Asia Hotel.” Terus dia nyaut pake nada khas Bangkok
“aaaaa~~ Rajwi!” Mbeee... Ga heran daritadi tukang taxi pada kaya kambing
congek.
Keesokan harinya kita pegi jalan ke Pattaya dan
ngunjungin Pattaya Floating Market. Pas lagi asik duduk sambil makan, tiba tiba
kita didatengin sama segerombol anak anak cowo SMP yang ternyata lagi ada tugas
pelajaran Bahasa Inggris mewawancarai turis. Jumlah mereka sekitar 10-12 orang,
sedangkan kita ber-6, jadi tiap 2 orang wawancara 1. Datenglah 1 anak ke depan
gue pegang diktat berisi pertanyaan yang harus dijawab. Dia bilang “Ekyumi, mey
ay aks yu sam keysyen?” Ebuset, excuse me dia bilang ekyumi, pengen
ngakak. Tapi tiba tiba gue teringet insiden owrchert road, langsung mingkem.
Dia tanya asal kita darimana, tujuan kita ke sini
apa, favorit kita di sini apa, terus dia tanya “where do you want to go?”
mungkin maksud dia selama kita di sana mau kemana gitu kali ye. Gue bilang
“tomorrow we’re going to Chatuchak (catucak).” Eh dia diem ga ditulis jawaban gue.
Terus gue ulang “catucak market” wah tetep freeze dia, tiba tiba gue inget
orang sana nyebut catucak itu jatujak. Terus gue buru buru ralat “Jatujak. In
Bangkok” Terus dia senyum dan dengan nada khasnya “aaaaa~~ Bengkong!” Bangkok
oi!
Pas gue udah selesai, gue liatin sissy and miss C
yang lagi diwawancara. Yang wawancara sissy tanya “what is your name?” terus
sissy jawab, eh tu anak minta dispell per huruf soalnya kepanjangan (orang sana
kan namanya Tuk, Nan, Neung, Nok), anehnya yang tanyain miss C, lancar banget
nulis namanya kaga minta dispell per huruf. Wih canggih banget bahasa inggrisnya, pasti
udah biasa denger nama nama bule nih! Ngga
lama kemudian, dia nurunin diktatnya jadi tulisan di diktatnya keliatan. Si
Miss C langsung heboh colek colek kita “lu liat, lu liat nama gue ditulis apa.
Cepet lu liat!”
Name : Ka Roo Ri.
Padahal nama asli miss C
adalah Caroline. Buakakakaka!
Selesai wawancara, kita keliling keliling lagi
cari jajanan. Si Miss T beli kelapa bakar, tapi cuma dikasi sedotan. Gimana
coba ngerok kelapanya? Akhirnya kita masuk ke salah satu kedai dan beli thai
ice tea. Di kedai itu yang jaga 3 orang, 2 cewe dan 1 cowo. Karena gue lagi di
kasir, sekalian aja gue bilang “May I have a spoon (spun), please?” Eh dia
mukanya bingung. “Spoon, spoon, do you have spoon?” Dia colek colek temennya
yang cowo. Terus gue bilang ke yang cowo, “spoon, please?” dia senyum senyum
bingung. Terus gue liat di meja dia ada setoples gula terus ada sendok di
dalemnya. Gue tunjuk tunjuk “This one. Spoon.” Terus si abang nunjuk nunjuk ke
gula ngangguk ngangguk. Dia panggil temennya yang lagi bikin thai ice tea terus pang
pok pang noy pake bahasa Thailand nunjuk nunjuk gula. Mungkin dia kira thai ice teanya mo ditambahin gula
kali. Terus kita bilang “no! no! not sugar! Spoon!” Nah turun tanganlah si cewe
yang lagi ngeracik thai ice tea. Dia bilang “May I help you?” Naaahh daritadi
kek! Gue bilang “May I have a spoon, please?” dia bilang “Sorry? What?” Wah,
mulai harus pake bahasa isyarat, gue peragain aja gaya orang mo makan pegang
sendok. Terus dia diem. Mukanya menyernyit sambil nganga.
“aaaaa~~ SEEEEPUN!” Gubrak!
Malemnya kita mo cari supermarket buat beli mi
instan tom yum sama Nestle Thai Ice Tea. Berdasarkan informasi dari supir
Pattaya kita, ada supermarket deket hotel namanya Lotus. Dia gambarin petanya
dan keliatannya emang deket sama hotel jadilah malem malem kita jalan kaki ke
sana. Karena jalanan belakang makin lama makin gelap dan sepi, kita tanya bapak
bapak di sana. Dia ga tau ngomong apaan lah intinya dia ga tau Lotus tuh apa. Batal
lah kita ke sana. Pas jalan pulang, kita mampir ke salah satu apotek karena
miss T mo beli obat buat mamaknya. Eh yang jaga bisa bahasa inggris! Sekalian
aja kita tanya dimana Lotus. Dia bilang “aaaaa~ Latas? You can turn here bla
bla bla” Oooo,
nyebutnya Latas tohh! Tapi karena uda makin malem, kita males ke
sana jadi tunda besok lagi.
Besoknya, keluar dari MBK udah mulai gelap. Kita
teteup mo cari Latas. Tanyalah kita sama eneng eneng tukang jualan di luar MBK.
“Excuse me, where is Latas?” dia jawab “Sorry?” Kita ulang sekali lagi. Dia
jawab “I don’t know”. Ah, masa you don’t know sih miss! Masih kekeuh kita bilang, “Latas, a supermarket.
Latas? Lotus? Lotas?” Eh dia diem. “aaaaaa~ Letas!” Toeng. (e di kata “teman”,
bukan e di kata “preman”) Akhirnya dia tunjuk arahnya dia bilang cuma 5 menit
jalan kaki lurus terus, ah senangnya!
Sejauh mata memandang, udah lebih dari 5 menit
kita jalan kaki kok ga ketemu ketemu sih tuh Letas, cabe deh. Akhirnya gue
memutuskan tanya sama 1 cowo SMA yang jalan di belakang kita. Pas gue samperin,
eh dia langsung mundur bilang “no no no no!” ebuset gue dikira perampok kali, belom juga
ngomong apa apa! Pas gue bilang “excuse me, where is Letas?” dia
kayanya langsung tau kita turis. Tapi dia diem, bingung. Gue ulang lagi. “Where
is Letas? Latas? Lotas? Supermarket?” Dia jawab “ooooo, Lotus!” Jiaaahh ngapain
pake plesetan, kalo dia sendiri nyebutnya Lotus! “Just go straight, 5 minutes’
walk.” Jiaaahh, jalan 5 menit lage! Gua cium juga nih eneng MBK!
No comments:
Post a Comment